This is a story of classical motivation by Sepri Ayu Flow.With tears, from both my eyes and my heart, while remembering that story, i want to dedicated for all of you! Hands that touch me. Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.netBlinkie Graphics Generator at TextSpace.net @AyuFloww's Update

Sabtu, 13 Oktober 2012

FF : The Laboriouz’s Friendship


The Laboriouz’s Friendship
By: Sepri Ayu Flow.

Langit masih terlihat mendung. Disana sini angin ribut menerpa apa yang di laluinya. Sore ini Elvino masih nampak merenung di balik pohon randu di tepi danau Singkarak itu,wajahnya nampak murung… Ini sudah yang kesekian kalinya,apa yang di pikirkannnya masih belum jelas,tapi raut wajahnya memancarkan kesedihan yang begitu dalam,entah apa….
(Dari jauh terlihat Eno gagap nampak berjalan sendirian. Ingin mencari hawa segar di tepi danau Singkarak,tiba-tiba dia melihat Elvino yang sedang memandang hampa ke arah danau…)
“Hahh..iiitu-kan sii-i Viin-no? Nga-nga..ngapain ntu-u a-an-nak??”,Ujar Eno…
Eno mencoba mengahampiri sobat karibnya itu.
“Hel-llow? Nga-ngapain ni-i se-sen-ndirian-nn a-a-aja?”.
“Heh..lu No..ngapain lu disini?”
“A-ku ya-yang se-seharus-snya na-an-nya,nga-ngapain di-disini? Sen-ndirian pu-pu-pulaa..”.
“Hmmm..(Vino memandang kea rah danau) apa masih ada sedikit waktu untuk mengulang kisah itu?”,(Vino melirik sobatnya itu,yang nampak bingung akan pertanyaannya,lalu bernyanyi.)
Akhirnya kini kusadari dia telah pergi tinggalkan diriku,akankah semua kan terulang kisah cintaku yang seperti dulu…
 “Mak-k-maksudnya-a???”(menggaruk-garuk kepala)
“Hmmm sekarang perasaan aku nggak nentu…(Vino menghela nafas panjang)..mungkin hariku akan semakin kelabu….”,(Vino melangkah pergi,berhenti dan lalu bernyanyi)
Bagaimana caranya…agar engkau mengerti yang selalu di hati hanyalah dirinya..sudah berbagai cara telah aku lakukan..meskipun terus terjatuh aku takkan pernah menyerahh…
“Hey..tungg-ngu dulu-u do-ong…lu na-napa sih-h? ,(Vino tersenyum dari kejauhan dan melangkah pergi)
xxx
Acara festifal band akan di selenggarakan tanggal 25 Februari. Berarti dua minggu lagi.. Sesilia,Antika,dan Amora nampak duduk-duduk di kantin sekolah,tumben kali ini tanpa Nabila..Hmmm biasanya mereka selalu berempat..tapi kabar terakhir yang didengar..Nabila pergi ke Bandung,menghadiri wisuda kakaknya.
(Amora berjalan pelan menuju Sesilia dan duduk disampingnya)
“Sesil…Antika..dua minggu lagi akan di adakan festifal band..udah ada persiapan belum?”.(Amora tersenyum dan Sesilia membalas senyumannya).
“Everything I do….ehh Mora,ada kabar terbaru dari Nabil..tau nggak apa??”,Tanya Sesil
“Apa??”,Tanya Mora
“Dia akan pulang 25 Februari dari Bandung…moga aja dia bisa nikmatin festifal band bareng kita?”
“Ya..moga-moga deh…aneh juga nggak ada dia disini…,sepi…”,jawab Antika (kemudian Sesilia dan Amora melanjutkan makan-makan mereka)
“Ya..kangen juga sama dia…”,(jawab Mora sambil tersenyum)
(Amora,Sesilia,dan Antika bernyanyi bersama) “aku kangen kamu Nabil..masih kangen kamu Nabil….maukah kamu kembali,berkumpul bersama lagi….”.(tertawa bersama)
xxx

Ditempat lain…Elvino,Eno,Putra,dan Andika nampak berkumpul bersama di depan labor IPA…Mereka nampak membicarakan sesuatu…asyik sekali…
(Sambil minum teh gelas,Putra menyodorkan sebuah selebaran kepada Elvino,Andika,dan Eno)
“Ini…lihat!”,ucap Putra
(Andika menerima selebarannya dan mulai membaca)
“Inimah…selebaran festifal band atuh…”,kata Andika dengan logat sundanya…
“Lii-hatt a-aku-u”,(Eno membaca selebaran itu)
“Mau ndaftar?  Gimana?”,ucap Vino
“Boleh juga….gimana akang-akang semua? Mau tidak?”,Tanya Andika pada sahabatnya.
“Oke juga..bisa dicoba…oke the labor…ya,mungkin aja kita yang menang…?”,ucap Putra
“Mudah-mudahan deh…”,ucap Vino
Kemudian mereka semua melanjutkan tawa candanya…Membicarakan perihal mata pelajaran tadi yang mintanya susah ampun dan sebagainya..Kemudian mereka bubar masuk kelas karena bel pelajaran telah berbunyi..Ning-nong-ning-nong….
xxx
Acara festifal band sudah semakin dekat..Anak-anak di SMAN 1 Singkarak sudah mempersiapkan berbagai atribut yang diperlukan. Amora,Sesilia,Antika nampak sibuk memperbaiki hiasan untuk mempercantik tempat pentasnya,maklum para cewek-cewek..Sedangkan ditempat lain Elvino,Eno,Putra,dan Andika nampak sibuk dengan pekerjaan lain..Mengangkat kursi tamu dan mempersiapkan alat bandnya…Semuanya terlihat sibuk…
(Tiba-tiba handphone Antika berdering..tinut-tinut-tinut,satu pesan dari Nabila)
“Heiii..Antik…besok aku bakalan pulang,bilang sama anak-anak ya….salam manis buat semuaanya^_^”.
 “Heiii teman-teman! Besok Nabil bakalan pulang! Salam juga dari dia buat semuanya…”(ucap Antika sembari berterik pada sahabat-sahabatnya).
“Wahhh…asyik dong…”,ucap Sesil dan Mora serempak…
Kejadian itu didengar langsung oleh Vino,Nabil akan pulang besok…Berarti dia akan bertemu lagi dengan Nabila…hmmm…
xxx
Acara yang ditunggu-tunggupun datang juga…Anak-anak di SMARAK nampak antusias menyambut acara ini…Pembawa acara membuka acaranya..
“Baik teman-teman semua…Acara kita bakalan heboh nih…wahh moga-moga lancar sampai akhir dehh…baik…kita mulai aja,yang pertama penampilan dari band indie kita.. D’ Labour..kepada sobat kita ini di persilahkann….”
Elvino sebagai vokalis,Eno gitaris,Putra drummer,dan Andika bas…Mereka melambaikan tangan pada penonton

(Mereka mulai bernyanyi)
“Setiap perkataan yang menjatuhkan, tak lagi kudengar dengan sungguh, juga tuk berkata yang mencela tak lagi kucerna dalam jiwa, aku bukanlah seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati,ku hanya lah pemimpin kecil yang berangan tuk merubah nasibnya..wooo bukankah ku pernah melihat bintang, senyum menghiasi sang malam yang berkilau…..”
Tiba-tiba Vino berhenti bernyanyi…karena melihat Nabila dari kejahuan,semua temannya bingung…
“Nabil!”,( Vino berteriak,sembari berlari mengejar Nabil….)
(Tiba didepan Nabil)
“Nabila…kenapa kamu ninggalin aku?”
“Vino??”,(kaget)
“Aku salah apa sama kamu? Kenapa kamu akhiri semuanya?”,(memegang tangan Nabila)
“Ini bukan salah kamu..ini terbaik buat kita”,(Nabil mulai menangis karena haru)
Tiba-tiba gempa mengguncang..semuanya berlarian…Vino memegang tangan Nabila dan membawa lari dari ruangan..tapi tiba-tiba tubuh Vino tertimpa reruntuhan bangunan..
“Vino!! “(teriak Nabila sembari menangis..Vino telah tiada)
Semenjak kejadian itu… Eno,Putra,Andika,Sesilia,Amora,dan Antika senantiasa menghibur hati Nabila…dan menamakan diri mereka the laboriouz untuk mengenang Vino sahabat mereka sekaligus yang terpenting dalam hidup Nabila.
(Kemudian Nabil bernyanyi)
Pernah ada..rasa cinta antara kita kini tinggal kenangan..ingin kulupakan semua tentang dirimu..namun tak lagi kan seperti dirimu oh bintangku..jauh kau pergi meninggalkan diriku..disini aku merindukan dirimu..ingin kucoba mencari penggantimu..namun tak lagi kan seperti dirimu oh..kekasih..

(Ini kata-katanya agak kacau, pernah di pakai pas drama. In a Hurry! :) NO EDITING!

Cerpen : Malu Bertanya, Sesat di Jalan


Malu Bertanya, Sesat di Jalan
Oleh: Sepri Ayu Flow.

Cuaca sangat terik. Satu gelas air mineral sudah ludes dibabat habis oleh Dion.  Temannya Roni masih asyik mengibas-ngibaskan wajahnya. Peluh sudah kian melelah membasahi.
“Jadi tujuan kita sekarang kemana lagi?”
Dion hanya menggeleng. Panasnya matahari masih terasa keubun-ubunnya. Dion dan Roni, dua sahabat karib itu melepas lelah dibawah sebatang pohon nangka.
“Dion.. Kita ini sudah tersesat!”
Roni mencoba menatap mata sahabatnya itu dalam-dalam. Dion hanya menunduk pasrah dan menggenggam jemarinya kuat-kuat.
“Kita akan temukan kembali jalan pulang!”
Roni hanya menggeleng dan kemudian tidur-tiduran bersandar pada pohon nangka.

Roni dan Dion telah tersesat disebuah Desa. Awalnya mereka merencanakan untuk bermain sepeda bersama mengitari jalanan yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya. Ternyata, karena keasyikan bersepeda dan bergurau-gurau dijalan, mereka sudah sampai pada desa ini. Mereka tak tahu arah mana yang mereka tempuh sebelumnya. Bahkan, sudah mereka coba untuk kembali pulang dengan mengikuti arah jalur yang mereka lewati, karena banyak persimpangan, mereka bingung. Sehingga menetaplah Dion dan Roni dibawah sebatang pohon nangka ditepi sawah penduduk desa.
“Ron.. sepertinya kita harus pergi secepatnya, hari sudah mau sore. Kalau tidak segera kita menemukan jalan pulang, terpaksa kita harus bermalam didesa ini”
“Tapi.. kita sudah coba, tetap saja kita melewati arah yang salah”
“Berdoalah.. Semoga kali ini tidak salah lagi”
Maka berangkatlah Dion dan Roni. Mereka mengayuh sepeda mereka dengan tergesa-gesa. Jalanan masih lengang, hanya beberapa orang yang terlihat disepanjang jalan. Orang tersebut sedang menyiangi sawah mereka yang ditumbuhi oleh gulma.
“Dion.. Kenapa tidak coba kita tanyakan saja pada penduduk desa ini, kemana arah menuju desa kita?”
“Ron.. Itu hanya akan memakan waktu yang cukup lama. Sebentar lagi kita juga akan menemukan jalan pulang. Bersabarlah!”
Dua sahabat itu mengayuh sepeda mereka lebih kencang lagi. Hari sudah semakin sore. Dijalanan tidak mereka temui lagi orang-orang seperti tadi. Sekarang, jalanan sangat lengang, tak ada yang berlalu lalang. Tetap saja, dengan kemauan yang kuat mereka memacu sepeda mereka sehingga sampailah disebuah tikungan. Tikungan itu sangat menanjak. Nafas mereka sudah terengah-engah karena kecapaian.
“Dion.. Sepertinya ini bukan arah jalan pulang! sepertinya kita tak pernah melewati tikungan seperti ini”
“Kita lihat saja dahulu, apa yang ada dibalik tikungan ini”
Mereka terkejut bukan main. Yang terlihat hanya tanah nan hijau. Tak ada rumah-rumah penduduk. Ini jalan menuju kebun teh dan cabai. Nampak kekecewaan dimata mereka. Mereka benar-benar linglung tak tahu apa lagi yang harus diperbuat. Sebentar lagi malam akan datang.
“Bagaimana ini Ron..”
“Ya sudahlah! Kita balik saja ke Desa tadi dan tanya pada penduduk desa dimana desa kita berada! Ini akibatnya, karena malu bertanya sesat dijalan!”
“Ya sudah maaf.. Ayo kita balik lagi. Aku sudah capek mengayuh sepeda sejauh ini. Kakiku sudah pegal-pegal”
“Aku juga merasakan hal demikian Don.. Ayo kita berangkat segera!”
Dengan tenaga yang masih tersisa dikayuhlah sepeda itu. Saat malam akan datang, sampailah mereka berdua di desa yang tadi. Mereka berhenti disebuah warung. Disana berkumpul Bapak-bapak yang sedang meminum kopi. Dengan segera Doni dan Roni memarkir sepeda mereka disamping warung tersebut.
“Assalammualikum, Pak!”
“Waalaikumsalam…”
“Maaf Pak kami ingin bertanya..”
“Eh nak.. Dari mana? Silahkan duduk dahulu”
Roni dan Dion duduk dengan malu-malu disamping kerumunan bapak-bapak itu.
“Kami dari Desa Permai Pak.. Kami tersesat didesa ini”
“Desa permai?? Wah, itu kan jauh sekali!”
“Nah, untuk itu kami ingin menanyakan jalan pulang kepada Bapak-bapak disini..”
“Sebaiknya, kalian menginap dulu disini. Hari sudah malam.. “
“Tapi….”
“Ah, tidak usah cemas! Kalian bisa menginap di rumah Bapak!”
“Benar Pak???”
“Iya….”
Setelah berbincang-bincang cukup lama di warung itu, maka Dion dan Roni bersama Bapak yang baik hati itu berangkat menuju rumah beliau untuk menginap semalam ini. Mereka sangat bersyukur karena bisa mendapatkan bantuan.
Tibalah mereka disebuah rumah kecil yang atapnya terbuat dari daun rumbia.
“Assalammualaikum..”
“Waalaikumsalam…”
Seorang Ibu membuka pintu rumah sambil tersenyum ramah.
“Nah, ayo masuk anak-anak!”
Dion dan Roni masuk kedalam rumah tersebut. Rumah tersebut hanya diterangi lampu bohlam kecil. Namun, cukup untuk penerangan seisi rumah. Bapak yang baik hati itupun mempersilahkan Doni dan Roni terlebih dahulu untuk makan bersama dimeja makan.
“Kalian tentunya lapar.. Ayo makan dahulu!”
“Bapak sangat baik sekali.. Terima kasih Pak!”
Dengan lahapnya Roni dan Dion makan bersama dengan keluarga kecil itu. Setelah kenyang, mereka berdua dipersilahkan tidur disebuah kamar.
“Don.. Syukurlah! Kita bisa bertemu dengan Bapak yang baik hati itu. Besok kita akan diantarkan juga pulang ke desa..”
“Iya Ron... saranmu tadi memang sangat bagus. Sayangnya, aku menghiraukannya..”
“Ah, tak apa-apa.. Ini pembelajaran juga untuk kita. Lain kali, jangan sampai terulang lagi. Kalau tersesat, jangan malu bertanya pada orang lain!”
“Iya Ron.. Betul katamu itu!”
Maka tidurlah dua sahabat itu sangat nyenyaknya.
Keesokan paginya, mereka bangun dengan wajah ceria. Bapak yang baik hati itu telah menunggu mereka dihalaman rumah. Saatnya untuk pulang!

Kesehatan : Chikungunya

Tadi, selepas jam sepuluh pagi salah seorang teman merasakan sekujur tubuhnya sakit, terutama di bagian persendian tangan, jari-jari tangan. Badannya juga lumayan panas dan suhu badan sudah mencapai di atas 37 C. Tak lama berselang, guru datang dan membawa ke puskesmas terdekat. Setelah ditindaklanjuti, di periksa oleh pihak puskesmas, ternyata dia suspect Chikungunya.

Apa itu Chikungunya? (Menurut WHO :)

Key facts

  • Chikungunya is a viral disease that is spread by mosquitoes. It causes fever and severe joint pain. Other symptoms include muscle pain, headache, nausea, fatigue and rash.
  • The disease shares some clinical signs with dengue, and can be misdiagnosed in areas where dengue is common.
  • There is no cure for the disease. Treatment is focused on relieving the symptoms.
  • The proximity of mosquito breeding sites to human habitation is a significant risk factor for chikungunya.
  • The disease occurs in Africa, Asia and the Indian subcontinent. In recent decades mosquito vectors of chikungunya have spread to Europe and the Americas. In 2007, disease transmission was reported for the first time in Europe, in a localized outbreak in north-eastern Italy.

Chikungunya is a mosquito-borne viral disease first described during an outbreak in southern Tanzania in 1952. It is an alphavirus of the family Togaviridae. The name ‘chikungunya’ derives from a root verb in the Kimakonde language, meaning "to become contorted" and describes the stooped appearance of sufferers with joint pain.

Signs and symptoms

Chikungunya is characterized by an abrupt onset of fever frequently accompanied by joint pain. Other common signs and symptoms include muscle pain, headache, nausea, fatigue and rash. The joint pain is often very debilitating, but usually ends within a few days or weeks. Most patients recover fully, but in some cases joint pain may persist for several months, or even years. Occasional cases of eye, neurological and heart complications have been reported, as well as gastrointestinal complaints. Serious complications are not common, but in older people, the disease can contribute to the cause of death. Often symptoms in infected individuals are mild and the infection may go unrecognized, or be misdiagnosed in areas where dengue occurs.

Transmission

The virus is transmitted from human to human by the bites of infected female mosquitoes. Most commonly, the mosquitoes involved are Aedes aegypti and Aedes albopictus, two species which can also transmit other mosquito-borne viruses, including dengue. These mosquitoes can be found biting throughout daylight hours, although there may be peaks of activity in the early morning and late afternoon. Both species are found biting outdoors, but Ae. aegypti will also readily feed indoors.
After the bite of an infected mosquito, onset of illness occurs usually between four and eight days but can range from two to 12 days.

Diagnosis

Several methods can be used for diagnosis. Serological tests, such as enzyme-linked immunosorbent assays (ELISA), may confirm the presence of IgM and IgG anti-chikungunya antibodies. IgM antibody levels are highest three to five weeks after the onset of illness and persist for about two months. The virus may be isolated from the blood during the first few days of infection. Various reverse transcriptase–polymerase chain reaction (RT–PCR) methods are available but are of variable sensitivity. Some are suited to clinical diagnosis. RT–PCR products from clinical samples may also be used for genotyping of the virus, allowing comparisons with virus samples from various geographical sources.

Treatment

There are no specific drugs to cure the disease. Treatment is directed primarily at relieving the symptoms, including the joint pain. There is no commercial chikungunya vaccine.

Prevention and control

The proximity of mosquito vector breeding sites to human habitation is a significant risk factor for chikungunya as well as for other diseases that these species transmit. Prevention and control relies heavily on reducing the number of natural and artificial water-filled container habitats that support breeding of the mosquitoes. This requires mobilization of affected communities. During outbreaks, insecticides may be sprayed to kill flying mosquitoes, applied to surfaces in and around containers where the mosquitoes land, and used to treat water in containers to kill the immature larvae.
For protection during outbreaks of chikungunya, clothing which minimizes skin exposure to the day-biting vectors is advised. Repellents can be applied to exposed skin or to clothing in strict accordance with product label instructions. Repellents should contain DEET (N, N-diethyl-3-methylbenzamide), IR3535 (3-[N-acetyl-N-butyl]-aminopropionic acid ethyl ester) or icaridin (1-piperidinecarboxylic acid, 2-(2-hydroxyethyl)-1-methylpropylester). For those who sleep during the daytime, particularly young children, or sick or older people, insecticide treated mosquito nets afford good protection. Mosquito coils or other insecticide vaporizers may also reduce indoor biting.

Disease outbreaks

Chikungunya occurs in Africa, Asia and the Indian subcontinent. Human infections in Africa have been at relatively low levels for a number of years, but in 1999-2000 there was a large outbreak in the Democratic Republic of the Congo, and in 2007 there was an outbreak in Gabon.
Starting in February 2005, a major outbreak of chikungunya occurred in islands of the Indian Ocean. A large number of imported cases in Europe were associated with this outbreak, mostly in 2006 when the Indian Ocean epidemic was at its peak. A large outbreak of chikungunya in India occurred in 2006 and 2007. Several other countries in South-East Asia were also affected. In 2007 transmission was reported for the first time in Europe, in a localized outbreak in north-eastern Italy.

More about disease vectors

Both Ae. aegypti and Ae. albopictus have been implicated in large outbreaks of chikungunya. Whereas Ae. aegypti is confined within the tropics and sub-tropics, Ae. albopictus also occurs in temperate and even cold temperate regions. In recent decades Ae. albopictus has spread from Asia to become established in areas of Africa, Europe and the Americas.
The species Ae. albopictus thrives in a wider range of water-filled breeding sites than Ae. aegypti, including coconut husks, cocoa pods, bamboo stumps, tree holes and rock pools, in addition to artificial containers such as vehicle tyres and saucers beneath plant pots. This diversity of habitats explains the abundance of Ae. albopictus in rural as well as peri-urban areas and shady city parks. Ae. aegypti is more closely associated with human habitation and uses indoor breeding sites, including flower vases, water storage vessels and concrete water tanks in bathrooms, as well as the same artificial outdoor habitats as Ae. albopictus.
In Africa several other mosquito vectors have been implicated in disease transmission, including species of the A. furcifer-taylori group and A. luteocephalus. There is evidence that some animals, including non-primates, may act as reservoirs.


( Kalau menurut Blog Kesehatan Ini :)

Penyakit Chikungunya

Chikungunya adalah sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makonde yang berarti "yang melengkung ke atas", merujuk kepada tubuh yang membungkuk akibat gejala-gejala arthritis penyakit ini.

Pengertian Chikungunya

Chikungunya berasal dari bahasa Swahili berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung (that which contorts or bends up), mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini menurut lembar data keselamatan (MSDS) Kantor Keamanan Laboratorium Kanada, terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Selain kasus demam berdarah yang merebak di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat direpotkan pula dengan kasus Chikungunya. Gejala penyakit ini termasuk demam mendadak yang mencapai 39 derajat C, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.

Ujian serologi untuk Chikungunya tersedia di Universitas Malaya di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tidak terdapat sebarang rawatan khusus bagai Chikungunya. Penyakit ini biasanya dapat membatasi diri sendiri dan akan sembuh sendiri. Perawatan berdasarkan gejala disarankan setelah mengetepikan penyakit-penyakit lain yang lebih berbahaya.


Penyebab Chikungunya

Penyebab penyakit ini adalah sejenis virus, yaitu Alphavirus dan ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit ini tidak mematikan. Penyakit Chikungunya disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Apakah penyakit ini juga disebabkan virus dengue? Lalu, apa bedanya dengan DBD dan bagaimana membedakannya? Penyakit Chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus Chikungunya. virus Chikungunya ini masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus. Sejarah Chikungunya di Indonesia Penyakit ini berasal dari daratan Afrika dan mulai ditemukan di Indonesia tahun 1973.

Chikungunya di Indonesia

Penyakit ini pertama sekali dicatat di Tanzania, Afrika pada tahun 1952, kemudian di Uganda tahun 1963. Di Indonesia, kejadian luar biasa (KLB) Chikungunya dilaporkan pada tahun 1982, Demam Chikungunya diindonesia dilaporkan pertama kali di Samarinda, kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Martapura, Ternate, Yogyakarta (1983),Muara Enim (1999), Aceh dan Bogor (2001). Sebuah wabah Chikungunya ditemukan di Port Klang di Malaysia pada tahun 1999, selanjutnya berkembang ke wilayah-wilayah lain. Awal 2001, kejadian luar biasa demam Chikungunya terjadi di Muara Enim, Sumatera Selatan dan Aceh. Disusul Bogor bulan Oktober. Setahun kemudian, demam Chikungunya berjangkit lagi di Bekasi (Jawa Barat), Purworejo dan Klaten (Jawa Tengah). Diperkirakan sepanjang tahun 2001-2003 jumlah kasus Chikungunya mencapai 3.918. dan tanpa kematian yang diakibatkan penyakit ini.

Gejala Penderita Chikungunya

Gejala utama terkena penyakit Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulangtulang, ada yang menamainya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu. virus ini dipindahkan dari satu penderita ke penderita lain melalui nyamuk, antara lain Aedes aegypti. virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini akan berkembang biak di dalam tubuh manusia. virus menyerang semua usia, baik anak-anak maupun dewasa di daerah endemis. Secara mendadak penderita akan mengalami demam tinggi selama lima hari, sehingga dikenal pula istilah demam lima hari. Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam-ruam merah itu muncul setelah 3-5 hari. Mata biasanya merah disertai tanda-tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Pada anak yang lebih besar, demam biasanya diikuti rasa sakit pada otot dan sendi, serta terjadi pembesaran kelenjar getah bening. Pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah. Pada umumnya demam pada anak hanya berlangsung selama tiga hari dengan tanpa atau sedikit sekali dijumpai perdarahan maupun syok. Bedanya dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, renjatan (shock) maupun kematian.

Chikungunya tidak menyebabkan kematian / kelumpuhan

Dengan istirahat cukup, obat demam, kompres, serta antisipasi terhadap kejang demam, penyakit ini biasanya sembuh sendiri dalam tujuh hari. Tidak Menyebabkan Kematian atau Kelumpuhan ! Masih banyak anggapan di kalangan masyarakat, bahwa demam Chikungunya atau flu tulang atau demam tulang sebagai penyakit yang berbahaya, sehingga membuat panik. Tidak jarang pula orang meyakini bahwa penyakit ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Memang, sewaktu virus berkembang biak di dalam darah, penderita merasa nyeri pada tulang-tulangnya terutama di seputar persendian sehingga tidak berani menggerakkan anggota tubuh. Namun, perlu diperhatikan bahwa hal ini bukan berarti terjadi kelumpuhan. Melainkan lebih dari sekedar keengganan si penderita melakukan gerakan karena rasa ngilu pada persendian. Masa inkubasi dari demam Chikungunya dua sampai empat hari. Manifestasi penyakit berlangsung tiga sampai 10 hari. virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikungunya. Cukup minum obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang bisa dibeli di warung. Yang penting cukup istirahat, minum dan makanan bergizi. virus ini termasuk self limiting disease alias hilang dengan sendirinya. Walau demikian, rasa nyeri masih akan tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan. Jadi, jangan panic dulu apabila terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit ini, sebab tidak sampai menyebabkan kematian. Serta ngilu pada persendian itu tidaklah menyebabkan kelumpuhan. Penderita bisa menggerakkan tubuhnya seperti sedia kala. Dokter biasanya hanya memberikan obat penghilang rasa sakit dan demam atau golongan obat yang dikenal dengan obat-obat flu serta vitamin untuk penguat daya tahan tubuh. Sebagian orang mengatakan penyakit ini bisa diatasi dengan mengonsumsi jus buah segar, benarkah? Bagi penderita sangat dianjurkan makan makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan terutama protein serta minum sebanyak mungkin. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan segar. Sebaiknya minum jus buah segar. Setelah lewat lima hari, demam akan berangsur-angsur reda, rasa ngilu maupun nyeri pada persendian dan otot berkurang, dan penderitanya akan sembuh seperti semula. vitamin peningkat daya tahan tubuh juga bermanfaat untuk menghadapi penyakit ini. Selain vitamin, makanan yang mengandung cukup banyak protein dan karbohidrat juga meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh yang bagus dan istirahat cukup bisa membuat rasa ngilu pada persendian cepat hilang. Minum banyak air putih juga disarankan untuk menghilangkan gejala demam. Bagaimana cara menghindari penyakit ini?

Cara menghindari Chikungunya

Cara menghindari penyakit ini adalah dengan membasmi nyamuk pembawa virusnya. Ternyata nyamuk ini punya kebiasaan unik. Pertama, Mereka senang hidup dan berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan juga kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Kedua, Serangga bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda-benda yang menggantung seperti baju-baju yang ada di belakang pintu kamar. Ketiga, nyamuk ini sangat menyukai tempat yang gelap dan pengap. Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Insektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya. malation dipakai dengan cara pengasapan, bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung.

Namun, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari. Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda-benda yang memungkinkan menampung air bersih, terutama pada musim hujan seperti sekarang. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari, mulai pagi hari sampai sore, agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk, sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Dengan demikian, tercipta lingkungan yang tidak ideal bagi nyamuk tersebut. Bisakah seseorang terserang penyakit ini berkali-kali? Kabar baiknya, penyakit ini sulit menyerang penderita yang sama. Sebabnya, pada tubuh penderita akan membentuk antibodi yang akan membuat mereka kebal terhadap wabah penyakit ini di kemudian hari. Dengan demikian, kecil kemungkinan bagi mereka untuk kena lagi.
Itulah, penyakit chikungunya.
Semoga membantu !



Hanya intip-intip

Dalam lemari aku temukan beberapa carik kertas -lembaran surat yang diatas namakan untukku dari beberapa teman SD (Sekolah Dasar) dahulu. Maklum, dahulu tak ada alat komunikasi seperti handphone, amat jarang penggunaannya. Hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya. Isinya: Aku tergelitik membaca isinya. Dahulu, kami jika ingin curhat sering menggunakan surat sebagai alat komunikasi. Sebagai kurirnya sendiri adalah teman-teman yang rumahnya berdekatan dengan penerima surat. Beberapa surat yang telah sempat terbaca itu, aku selipkan beberapa kata di dalamnya kemudian aku simpan kembali di lemari pribadi untuk dijadikan kenang-kengangan suatu hari nanti. Ada sebuah surat yang amat bekesan diantara semua itu. Berasal dari seorang anak dari Papua sana. Sekarang, entah bagaimana kabarnya aku tak tahu. Dia temanku sewaktu masih di sekolah dasar. Sekarang tak pernah kontak sama sekali, semoga dia sendiri selalu diberi lindungan Allah dimanapun dia berada. Amiin.
How good life is when you do something good and greatful!