This is a story of classical motivation by Sepri Ayu Flow.With tears, from both my eyes and my heart, while remembering that story, i want to dedicated for all of you! Hands that touch me. Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.netBlinkie Graphics Generator at TextSpace.net @AyuFloww's Update

Minggu, 14 Oktober 2012

Kesehatan : Cara Aman Turunkan Berat Badan Bagi Obesitas


Cara Aman Turunkan Berat Badan Bagi Obesitas


            Obesitas atau kondisi bobot tubuh yang jauh melampaui berat tubuh normal, selain bisa membuat penampilan tak menarik juga bisa mengganggu kenyamanan bergerak. Juga mengundang munculnya berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, serta penyakit jantung.
            Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan, bahwa ada 1,6 miliar orang di dunia (usia di atas 15 tahun) yang memiliki berat badan berlebihan. Setidaknya, 400 juta orang di dunia tergolong obesitas. Sedangkan, sekitar 20 juta anak di bawah usia 5 tahun memiliki bobot tubuh berlebihan.
            Bahkan, WHO telah memprediksikan bahwa pada 2015, sekitar 2,3 miliar juta orang di dunia memiliki berat badan berlebih dan lebih dari 700 juta orang tergolong obesitas.
Banyak orang berusaha diet. Tapi terkadang terlalu memaksakan diri. Padahal menurunkan berat badan dengan cara seperti itu bisa membahayakan kesehatan. Lalu bagaimana cara menurunkan berat badan yang aman?
            Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Radioterapi RSCM, dr Fiastuti Witjaksono mengatakan bahwa ada cara aman menurunkan berat badan untuk penderita obesitas yang mendambakan tubuh kembali ideal.
            “ Turun sedikit-sedikit akan lebih aman. Daripada dalam waktu singkat berhasil menurunkan berat badan drastis, namun dampaknya selain tidak baik untuk kesehatan, bobot tubuh bisa kembali lagi menjadi lebih gemuk,” katanya menjelaskan.
            Menurutnya, penurunan berat badan secara bertahap 5-10 persen akan bermanfaat untuk tubuh. Bisa membantu memperbaikai kontrol gula darah, tekanan darah, kolesterol, gangguan tidur seperti mendengkur dan radang sendi akibat kegemukan.
            Fiastuti mengatakan, ada pelatihan khusus bagi penderita obesitas yang ingin melangsingkan tubuhnya. Yang pertama, tingkatkan durasi dan intensitas olahraga secara bertahap.
Bagi mereka penderita obesitas tidak dianjurkan untuk jogging. Mereka juga diharuskan untuk sering minum air putih sebelum, selama dan setelah olahraga serta menggunakan pakaian tipis saat berolahraga.
            “Ketika olahraga bila terjadi jantung berdebar, nyeri dada dan keluhan lainnya lebih baik istirahat sejenak, dan hindari mengonsumsi makanan berminyak. Karena 1 sendok makan minyak bisa mengandung 90 kalori," ucapnya.
            Dan dia mengingatkan, penurunan berat badan yang aman untuk tubuh hanya boleh berkurang 0,5-1 kilogram berat badan perminggu, atau 2-4 kilogram berat badan perbulan. (yz)


*Dari berbagai sumber.

--


Hari ini saya ingin mengucapkan beribu maaf untuk anggota FAM Padang, karena tidak dapat hadir mengikuti agenda pertemuan yang diadakan.  Berhubung karena kendala transportasi. Mungkin, di hari lain pertemuan kita akan dapat terlaksanakan dengan dihadiri oleh semua anggota.  Maaf saya kepada Ketum FAM : Muhammad Subhan ,Anggota : (Sdr) Befaldo Angga,(Sdr) Zul Hasibuan, (Bpk) Nuh Rafi.


Hanya sebingkai kata --


Np: ... 
(Bukan puisi bukan pula sajak. Entah apa)


Kau duduk disamping keyboard matic
Menyandar dengan sebatang rokok dibibir
Senyummu kaku kepadaku! tiada bernyawa sedikitpun juga!
Hanya sebuah guratan kecewa yang kudapat

Setelah semua usai, jendela dan pintu tersibak
Semuanya bubar, kecuali kau yang masih setia dengan sebatang rokok
Pencabut nyawa!

Kamu atau aku yang kecewa?
Semuanya sama! Kau tetap berlaku demikian
Cuek! Tiada senyum terindah sedikitpun juga!
O alah!
Aku tertipu.. aku benar-benar tertipu!
Sedikit memalukan memang! Tapi inilah faktanya
Aku cemburu. Aku dikekang oleh kecemburuan fana.

Jelas kau menampik semua itu
Kau anggap aku hanya sebangsa itik buruk rupa
Si buruk rupa yang selalu menghayal di awang-awang!

Jelas sekali kau kecoh aku
Kau boleh mainkan berbagai lagu pengundang rindu
Tapi dalam hatimu? Sama saja! semua tak berlaku!

Ini baru awal? Atau sudah diambang akhir?
Aku ingin ending yang biasa-biasa saja!
Benar!

Lihatlah disini aku penuh luka!
Berdarah!
Kau mungkin tak tahu apapun itu!
Ini mungkin berbekas!
Oh ya? ya! aku takkan bimbang sedikitpun juga
Aku mulai membencimu saat ini juga sayang!
Tidak!
Aku tidak membencimu.
Hanya saja aku terluka. Parah!

Dan kini, entahlah!
Semua melihat! Semua tertawa padaku!
Garang!

Dan disini, didepan hembusan angin Danau Singkarak
Aku duduk sendiri
Merenung nasib. Benar-benar merenung.

Aku gila? Atau sebaliknya?
Aku masih waras uda..
Hanya saja kedewasaan itu benar belum tampak
Belum tampak sisinya
Belum tampak kebenarannya
Ya. benar-benar belum dewasa.

Oh.. inikah danau cinta?
Cinta? tidak!
Sayang? Iya!
Aku limbung. Tak tahu harus memulai dari mana

Uda.. oh uda!
Begini rasanya. Benar-benar bingung aku dibuatnya
Aku sayang uda.
Benar-benar aku yang dibuat gila saat ini
Gila? Oh tidak!  jelas bukan!

Beginilah! jika pikiran benar-benar terusik
Akupun bingung sendiri
Kau atau diriku yang memulai?
Sama-sama.

Lihatlah angin berhembus di tepian Danau Singkarak
Mengalun merdu. Rinduku terbawa angin.
Aku jelas-jelas terpuruk dalam kenyataan.
Impian semu tak berwujud
Masihkah ada aku dimatamu?
Atau hanya segurat kecewa?
Dan muka memelas penuh amarah bergelora
Aku dan saat ini juga. –bimbang
Bertanyalah pada tepian Danau Singkarak!


Tepian Danau Singkarak, 16  juni 2012


Cerpen : Bersepeda dengan Kakek


Bersepeda dengan Kakek
Oleh: Sepri Ayu Flow.

Senja sudah berganti malam. Bintang-bintang mulai bersinar terang di angkasa. Sepasang kelelawar terbang di langit, mungkin mereka akan mencari makanan malam ini. Kakek sedang menikmati secangkir kopi di teras rumah ditemani Nenek, sedangkan aku sendiri masih asyik melamun dijendela kamar. Merenung tak jelas. Udara malam berhembus perlahan. Dingin mulai menyeruak keseisi kamar. Tapi, aku tak menghiraukan segalanya. Aku tak takut terserang flu atau masuk angin kerena kelamaan berangin-angin malam. Aku masih asyik melamun sendirian.
Besok teman-temanku pergi berlibur dengan keluarganya. Mereka akan pergi bertamasya. Ada yang ke kebun teh, ke wahana permainan, mengunjungi Kakek dan Nenek mereka, dan masih banyak lagi. Teman-teman bercerita panjang lebar kemarin kepadaku mengenai liburan mereka tersebut. Aku sendiri, tidak tahu akan kemana. Yang jelas aku tidak berlibur. Aku hanya di rumah bersama Nenek dan Kakek.
“Kreekk!”
Pintu kamar terbuka. Spontan aku tersadar dari lamunan. Kakek sudah berdiri didepan pintu dengan segelas susu hangat.
“Kamu sedang apa Dimas?”
Kakek mendekati meja belajar untuk meletakkan segelas susu hangat tersebut. Aku belum beranjak dari jendela kamar. Masih asyik melihat-lihat langit malam.
“Hanya melihat keindahan malam diluar Kek”
Kakek tak segera keluar dari kamarku, beliau mendekatiku yang sedang berdiri didekat jendela kamar.
“Kamu sedang memikirkan apa Cu?”
Aku segera beranjak dan pergi duduk dikasur tempat tidur. Kakek terlihat heran dengan perlakuanku yang tidak seperti biasanya.
“Kek.. Teman-teman Dimas semuanya pergi liburan. Dimas juga ingin liburan..”
Aku masih menunduk. Kakek tersenyum mendengar penuturanku itu. Kemudian Kakek duduk disebelahku dan mengelus rambutku seperti biasanya.
“Kamu ingin liburan kemana?”
“Kemana aja Kek! Yang penting Dimas ingin keluar.. Dimas bosan di rumah terus”
“Ya sudah.. Besok pagi jam sembilan kamu harus beres-beres. Kita akan bersepeda!”
Aku tercengang mendengar penuturan Kakek tersebut. Bersepeda? Aku akan bersepeda dengan Kakek? Wah! Pasti sangat menyenangkan!
“Benar Kek?? Kita akan bersepeda??”
Kakek tersenyum melihat raut wajahku yang sudah berubah karena kesenangan.
“Iya! Ya sudah.. Sekarang kamu minum dulu susu yang Kakek bawakan itu dan tidur setelahnya! Eits.. jangan lupa berdoa sebelum tidur!”
“Iya kek! Pasti! Terima kasih ya Kek!”
Kakek bangkit dan beranjak pergi sembari menutup pintu kamar.
Aku baca Bismillah dan aku minum susu hangat yang di buatkan kakek tadi. Rasanya nikmat sekali. Hari ini aku sangat senang. Besok, aku akan bersepeda dengna Kakek! Pasti sangat menyenangkan! Bersegera aku menutup jendela dan pergi berwudhu’. Tak lupa pula membaca doa sebelum tidur. Aku tak sabar menunggu hari esok akan datang.
*
Aku sudah selesai sarapan pagi bersama Nenek dan Kakek. Hari ini masakan Nenek sangat lezat. Ayam goreng dan sayur bayam. Aku makan bahkan sangat lahap sekali karena rasanya yang enak.
“Dimas? Bagaimana? Kamu sudah siap?”
“Sudah Kek!”
Kemudian Kakek mengeluarkan sebuah sepeda dari gudang. Sepeda ontel!
“Wah! Jadi selama ini Kakek menyimpannya di gudang?”
“Iya Cu! Bagaimana? Masih bagus kan?”
“Iya Kek!”
Kakek mengelap sepedanya terlebih dahulu. Setelah bersih barulah kami bersiap-siap memacu kendaraan roda dua ini.
“Hei! Tunggu..”
Nenek keluar dari rumah sangat terburu-buru.
“Ini Dimas! Bekal untuk kamu dan Kakek!”
Ternyata Nenek menyiapkan bekal untuk aku dan Kakek. Roti isi dan minuman ringan.
“Wah Nenek.. Terima kasih sudah menyiapkan ini!”
“Iya.. Selama diperjalanan kamu dan Kakek tentunya haus dan lapar!”
Kemudian Kakek dan aku pamit kepada Nenek sembari melambaikan tangan. Sepeda melaju perlahan. Kakek sangat hebat. Umur kakek sudah 60 tahun-an masih sanggup mengayuh sepeda ditambah lagi dengan berat badanku ini.
Kami melaju melewati kebun kacang kedelai yang terhampar luas. Melewati sungai yang mengalir tenang dengan ikan-ikan kecilnya. Udara sangat sejuk membelai kulit. Kakek masih sanggup mengayuh sepeda sejauh ini. Aku sangat kagum dengan Kakek!
Selama diperjalanan, aku juga sering bertanya dengan kakek, kakekpun senantiasa menjawab pertanyaanku itu. Kami juga bercanda dan tertawa.
Sampailah kami disebuh bukit. Sepeda diparkir oleh Kakek. Aku mengeluarkan isi bekal tadi. Roti isi dan minuman ringan. Aku dan Kakek duduk disebuah batu besar sambil menikmati bekal kami. Dari atas batu besar ini, aku bisa melihat desaku. Rumah-rumah terlihat kecil. sawah-sawah menghijau seperti lapangan bola kaki.
Setelah makan dan menikmati pemandangan yang terbentang, kami sepekat untuk pulang. Minggu depan, aku dan Kakek sepakat untuk bersepeda lagi mengitari tempat yang lain. Hari ini aku bahagia, aku tidak lagi memikirkan tentang liburanku. Bersepeda dengan kakek juga sangat menyenangkan.
Kakek mengayuh sepeda. Selama perjalanan pulang kami juga bernyanyi-nyanyi.

♪Kring..kring bunyi sepeda..
Sepedaku roda dua…..♪

☘
How good life is when you do something good and greatful!